HUBUNGAN ASUPAN ENERGI DAN KUALITAS TIDUR DENGAN STATUS GIZI WARGA BINAAN LEMBAGA PERMASYARAKATAN KELAS II A BANGKINANG
Keywords:
asupan gizi, kualitas tidur, status gizi, warga binaanAbstract
Warga binaan tetap memiliki hak yang setara dengan masyarakat pada umumnya, termasuk hak memperoleh pelayanan kesehatan dan pemenuhan gizi yang layak, namun sering menghadapi keterbatasan variasi makanan dan kualitas diet selama menjalani masa pembinaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara asupan energi dan kualitas tidur dengan status gizi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bangkinang. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional, dilaksanakan pada 17–20 Juni 2026 terhadap 64 responden yang dipilih dengan teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan formulir data demografi, food recall 2 × 24 jam, dan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil analisis univariat menunjukkan 37 responden (57,8%) memiliki asupan energi berlebih, 39 responden (60,9%) memiliki kualitas tidur buruk, dan 37 responden (57,8%) memiliki status gizi tidak normal. Uji chi-square menunjukkan hubungan yang signifikan antara asupan energi dengan status gizi (p value = 0,035; POR = 3,438; 95% CI: 1,212–9,749) dan antara kualitas tidur dengan status gizi (p value = 0,040; POR = 3,375; 95% CI: 1,181–9,645). Disimpulkan bahwa asupan energi dan kualitas tidur berhubungan signifikan dengan status gizi warga binaan Lapas Kelas II A Bangkinang. Edukasi gizi seimbang secara berkelanjutan oleh tenaga gizi serta pengawasan pola konsumsi jajanan kantin diperlukan untuk mendukung perbaikan status gizi warga binaan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 SAMAGRA: Journal of Integrated Health Sciences

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
